Pages

Rabu, 12 Oktober 2011

ECHINODERMATA

BAB II
PEMBAHASAN
ECHINODERMATA
Echinodermata berasal dari bahasa yunani yaitu echinos yang berarti duri dan derma yang berarti kulit. Echinodermata memiliki lempeng-lempeng dari zat kapur dengan duri-duri kecil sehingga hewan ini disebut hewan berkulit duri.
Sampai saat ini terdapat sekitar 7000 spesies yang telah diketahui. Diantara spesies tersebut 80 spesies bersifat sesil, dan terdapat echinodermata yang telah punah. Habitatnya adalah pantai, dasar laut. Pada umumnya echinodermata merupakan benthic animal. Echinodermata bergerak lambat ada yang berkelompok, tetapi tidak berkoloni, ada yang sesil (beberapa crinodea), sebagian pelagic dan tidak ada yang parasit.
Ukuran echinodermata bermacam-macam, diantaranya yaitu: Bintang laut berukuran 81 cm, landak laut besar mencapai 30 cm, diadema panjang dirinya mencapai 30 cm dan timun laut panjangnya 1,8 m, diameternya 5 cm. echinopdermata memilikii rangka yang terbentuk dari keeping-keping kalkareus yang disebut osikula, ada yang bersatu membentuk cangkang yang keras pada dolar pasir dan landak laut.
A.    Karakteristik Echinodermata:
·         Radial simetri, biasanya menjadi 5 bagian pada bentuk dewasa, bilateral simetris pada tahap larva, tripoblastik, sebagian organ bersilia, tidak bersegmen
·         Terdapat saluran air yang di lengkapi kaki tabung
·         Tubuhnya di tutupi oleh epidermis, di bawahnya terdapat rangka mesoderm yang tersusun oleh keeping zat kapur yang membentuk pola tertentu, adakalanya terdapat duri
·         Saluran pencernaan sederhana biasanya lengkap (beberapa jenis tidak mempunyai anus)
·         System sirkulasi menyebar
·         Respirasi dengan insang, paru-paru kulit (penonjolan dinding selom), kaki tabung
·         System syaraf berbentuk cincin
·         Jenis kelamin terpisah, gonad besar, saluran sederhana, telur melimpah, larva mikroskopis, bersilia, transparan, biasanya berenang bebas.
Ciri khas dari Echinodermata ialah sistem pembuluh air, yaitu suatu jaringan saluran hidrolik yang bercabang menjadi penjuluran dan disebut kaki tabung (kaki ambulakral). Kaki tabung atau kaki ambulakral berfungsi untuk lokomosi, makan, dan pertukaran gas.
B.     Struktur dan fungsi tubuh
Permukaan Echinodermata umumnya berduri, baik itu pendek tumpul atau runcing panjang.Duri berpangkal pada suatu lempeng kalsium karbonat yang disebut testa.Sistem saluran air dalam rongga tubuhnya disebut ambulakral.Ambulakral berfungsi untuk mengatur pergerakan bagian yang menjulur keluar tubuh, yaitu kaki ambulakral atau kaki tabung ambulakral.Kaki ambulakral memiliki alat isap.sistem pencernaan terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus.Sistem ekskresi tidak ada.Pertukaran gas terjadi melalui insang kecil yang merupakan pemanjangan kulit.Sistem sirkulasi belum berkembang baik.Echinodermata melakukan respirasi dan makan pada selom.Sistem saraf Echinodermata terdiri dari cincin pusat saraf dan cabang saraf. Echinodermata tidak memiliki otak.Untuk reproduksi Echinodermata ada yang bersifat hermafrodit dan dioseus. Reproduksi seksual pada anggota filum ini umumnya melibatkan hewan jantan dan betina yang terpisah (dioecious) dan pembebasan gamet dilakukan di air. Hewan dewasa yang radial berkembang dari larva bilateral melalui proses metamorfosis.
C.    Klasifikasi echinodermata
Echinodermata dikelompolan menjadi 5 kelas sebagai berikut:
  • Asteroidea
  • Ophiuroidea
  • Echinoidea
  • Crinoidea
  • Holothuroidea

1.      Asteroidea
Asteroidea merupakan spesies Echinodermata yang paling banyak jumlahnya, yaitu sekitar 1.600 spesies. Asteroidea juga sering disebut bintang laut. Bintang laut umumnya memiliki lima lengan, tetapi kadang-kadang lebih yang memanjang dari suatu cakram pusat. Permukaan bagian bawah lengan itu memiliki kaki tabung yang dapat bertindak seperti cakram untuk menyedot. Bintang laut mengkoordinasi kaki tabung tersebut untuk melekat di batuan dan merangkak secara perlahan-lahan sementara kaki tabung tersebut memanjang, mencengkeram, berkontraksi, melemas, memajang, kemudian mencengkeram lagi. Bintang laut menggunakan kaki tabungnya untuk menjerat mangsanya seperti remis dan tiram. Lengan bintang laut mengapit bipalpia yang menutup, kemudian mengeluarkan lambungnya melalui mulut dan memasukkannya ke dalam celah sempit bivalvia kemudian mengekresikan getah pencernaan dan mencerna bivalvia di dalam cangkangnya.
Tubuh Asteroidea memiliki duri tumpul dan pendek. Duri tersebut ada yang termodifikasi menjadi bentuk seperti catut yang disebut Pediselaria. Fungsi pediselaria adalah untuk menangkap makanan serta melindungi permukaan tubuh dari kotoran. Pada bagian tubuh dengan mulut disebut bagian oral, sedangkan bagian tubuh dengan lubang anus disebut aboral. Pada hewan ini, kaki ambulakral selain untuk bergerak juga merupakan alat pengisap sehingga dapat melekat kuat pada suatu dasar.
Sistem ambulakral Asteroidea terdiri dari :
·         Medreporit adalah lempengan berpori pada permukaan cakram pusat dibagian dorsal tubuh.
·         Saluran cincin terdapat di rongga tubuh cakram pusat
·         Saluran radial merupakan cabang saluran cincin ke setiap lengan
·         Kaki ambulakral merupakan juluran saluran radial yang keluar.


Asteroidea juga terdapat papilla derma yaitu penonjolan rongga tubuh yang berguna untuk pertukaran gas. Asteroidea dapat beregenerasi jika tangannya patah, contoh Allostichaster polyplax dan Coscinasterias calamaria. Beberapa spesies asteroidea dari tangan yang patah dapat membentuk individu yang baru, contoh Linkia multifora dan Echinaster luzonicus. Asteroidea berdifat dioecius dengan fertilisasi eksternal. Biasanya terdapat 10 gonad (2 dalam 1 tangan). Perkembangan tubuhnya mengalami dua tahap larva, yaitu bilpinaria (tahap larva pertama) dan brachiolaria (larva yang menunjukkan perkembangan tangan).
                 
2.      Ophiuroidea
Bintang mengular memiliki cakram tengah yang jelas terlihat dari tangannya panjang sehingga memudahkannya bergerak. Kaki tabung (kaki ambulakral) tidak memiliki alat isap dan bintang mengular bergerak dengan mencambukkan lengannya. Hidup di perairan dangkal dan dalam, bersembunyi di bawah batuan atau rumput laut, mengubur diri di pasir, aktif di malam hari.
Ophiuroidea terdiri dari 2.000 spesies, contohnya adalah bintang ular (Ophiothrix). Ophiuroidea (dalam bahasa yunani, ophio = ular) berbentuk seperti asteroidea, namun lengannya lebih langsing dan fleksibel. Cakram pusatnya kecil dan pipih dengan permukaan aboral (dorsal) yang halus atau berduri tumpul. Ophiuroidea tidak memiliki pediselaria. Cakram pusat berbatasan dengan lengan-lengannya. Bintang ular merupakan echinodermata yang paling aktif dan paling cepat gerakannya. Jenis kelamin terpisah, fertilisasi eksternal, mengalami tahap larva yang disebut pluteus. Hewan ini pun juga dapat beregenerasi. Beberapa spesies ophiuroidea merupakan hewan pemakan suspensi, dan yang lain adalah predator atau pemakan bangkai.


3.      Echinoidea
Echinoidea berbentuk bola atau pipih, tanpa lengan. Echinoidea yang berbentuk bola misalnya bulu babi (Diadema saxatile) dan landak laut (Arabcia punctulata). Hidup pada batuan atau lumpur di tepi pantai atau dasar perairan. Makanannya adalah rumput laut, hewan yang telah mati, biasanya nocturnal. Permukaan tubuh hewan ini berduri panjang. Echinoidea memilki alat pencernaan khas, yaitu tembolok kompleks yang disebut lentera aristoteles. Fungsi dari tembolok tersebut adalah untuk menggiling makanannya yang berupa ganggang atau sisa-sisa organisme. Echinoidea yang bertubuh pipih misalnya dolar pasir (Echinarachnius parma). Permukaan sisi oral tubuhnya pipih, sedangkan sisi aboralnya agak cembung. Tubuhnya tertutupi oleh duri yang halus dan rapat. Durinya berfungsi untuk bergerak, menggali, dan melindungi permukaan tubuhnya dari kotoran. Kaki ambulakral hanya terdapat di sisi oral yang berfungsi utuk mengangkut makanan.
Reproduksi echinoidea dengan fertilisasi eksternal dan bersifat hermafrodit. Telur echinoidea yang menetas akan berkembang menjadi larva yang disebut larva echinoploteus. Melimpahnya jumlah landak laur menandakan kondisi air yang tidak bagus. 
4.      Crinoidea
Hewan ini berbentuk seperti tumbuhan. Habitatnya pada garis pantai sampai kedalaman 12000 kaki. Crinoidea terdiri dari kelompok yang tubuhnya bertangkai dan tidak bertangkai. Kelompok yang bertangkai dikenal sebagai lili laut, sedangkan yang tidak bertangkai dikenal sebagai bintang laut berbulu. Contoh lili laut adalah Metacrinus rotundus dan untuk bintang laut berbulu adalah Oxycomanthus benneffit dan Ptilometra australis.



Beberapa crinodea ada yang sesil dan ada yang berenang bebas. Sampai saat ini di perkirakan terdapat 630 spesies crinoidea yang telah diketahui. Sebagian crinoidea bersifat dioecious, tetapi ada yang monoecious. Crinoidea mengeluarkan larva yang disebut doliolaria. Crinoidea dapat beregenerasi. Tangannya di namakan pinula yang di tutupi oleh zat yang lengket untuk membantu menangkap makanan. Jumlah tangnan (pinula) antara 5-200.
5.      Holothuroidea
Apabila dilihat secara sepintas, timun laut yang merupakan salah satu anggota filum Echinodermata tidak terlihat mirip dengan hewan Echinodermata lainnya. Anggota kelas ini umumnya tidak memiliki duri dan endoskeleton yang keras sangat tereduksi. Tubuh ketimun laut memanjang sepanjang sumbu oral-aboral sehingga memberikan bentuk ketimun seperti namanya. Namun demikian, setelah diteliti lebih lanjut ternyata di tubuhnya terdapat lima baris kaki tabung (kaki ambulakral) yang merupakan sistem pembuluh yang hanya terdapat pada hewan Echinodermata. Kaki tabung (kaki ambulakral) yang terdapat di sekitar mulut kemudian dikembangkan menjadi tentakel untuk makan.
 
D.    Peranan Echinodermata di lingkungan hidup manusia:
·         Sebagai bahan makanan (dari beberapa jenis echinodermata)
·         Sebagai pupuk, misalnya berasal dari organ sisa pengolahan bulu babi biasanya berupa cangkangdan organ dalam
·         Bintang laut merusak budidaya kerang dan tiram
·         Bintang laut banyak digunakan sebagai hiasan
·      Echinodermata di pantai dapat berperan sebagai pembersih pantai. Sisa makanan dan sampah pantai yang mengandung bahan organik merupakan makanan Echinodermata.
    Fosil ehinodermara membantu dalam penentuan lingkungan pengendapan dan membantu dalam penentuan umur batuan.
Banyak diantara echinodermata yang berperan besar dalam ekosistem laut, terutama ekosistem litoral pantai berbatu, terumbu karang, perairan dangkal, dan palung laut. Bintang laut pisaster ochraceus misalnya menjadi predator utama di ekosistem pantai berbatu di pesisir barat amerika utara, yang mengendalika populasi tiram biru (mytilus edulis) sehingga spesies yang lain dapat menghuni pantai tersebut dan bivalvia tersebut tidak mendominasi secara berlebihan.
Tripang mengandung berbagai senyawa aktif seperti protein, mukopolisakarida, glucasaninoglikans (GAGs), anti septic alamiah, chondroitin, omega-6, dan omega-9, asam amino, DHA, omega -3, kolagen, dan elemenbioaktif yang berfungsi sebagai anti kolesterol dan menekan kadar gula darah. Kandungan mineralnya terdiri atas kalium, fosfor, kromium, magnesium, kalsium, zat besi, natrium serta enzim SOD (super oxide dismutase) bersifat antioksidan.

BAB III
KESIMPULAN
Echinodermata berasal dari bahasa yunani yaitu echinos yang berarti duri dan derma yang berarti kulit. Echinodermata memiliki lempeng-lempeng dari zat kapur dengan duri-duri kecil sehingga hewan ini disebut hewan berkulit duri. Ukuran echinodermata bermacam-macam, diantaranya yaitu: Bintang laut berukuran 81 cm, landak laut besar mencapai 30 cm, diadema panjang dirinya mencapai 30 cm dan timun laut panjangnya 1,8 m, diameternya 5 cm. Ciri khas dari Echinodermata ialah sistem pembuluh air, yaitu suatu jaringan saluran hidrolik yang bercabang menjadi penjuluran dan disebut kaki tabung (kaki ambulakral). Kaki tabung atau kaki ambulakral berfungsi untuk lokomosi, makan, dan pertukaran gas.
Reproduksi seksual pada anggota filum ini umumnya melibatkan hewan jantan dan betina yang terpisah (dioecious) dan pembebasan gamet dilakukan di air. Hewan dewasa yang radial berkembang dari larva bilateral melalui proses metamorfosis.
Echinodermata dikelompolan menjadi 5 kelas sebagai berikut:
1.      Asteroidea
2.      Ophiuroidea
3.      Echinoidea
4.      Crinoidea
5.      Holothuroidea
Peranan Echinodermata di lingkungan hidup manusia:
·         Sebagai bahan makanan (dari beberapa jenis echinodermata)
·         Sebagai pupuk, misalnya berasal dari organ sisa pengolahan bulu babi biasanya berupa cangkangdan organ dalam
·         Bintang laut merusak budidaya kerang dan tiram
·         Bintang laut banyak digunakan sebagai hiasan
·         Echinodermata di pantai dapat berperan sebagai pembersih pantai. Sisa makanan dan sampah pantai yang mengandung bahan organik merupakan makanan Echinodermata.

DAFTAR PUSTAKA
Sumiyati Sa’adah, M.Si. 2010. Materi Pokok Zoologi Invertebrata. Bandung
Drs. Uus Toharudin, M.Pd dkk. 2001. Zoologi Invertebrata. Bandung: Prisma Perss.
Dr. Ir Kemas Ali Hanafiah, M.S. dkk.2005.Biologi Tanah, Ekologi dan Mikrobiologi Tanah. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Mukayat Djarubito Brotwidjoyo.1994. Zoologi Dasar. Jakarta: Erlangga.
Neil A. Campbell dkk. 2003. Biologi Edisi Kelima Jilid II. Jakarta: Erlangga.
George H. Fried, Ph. D dkk.2006. Biologi Edisi Kedua. Jakarta: Erlangga.

0 komentar:

Poskan Komentar