Pages

Rabu, 12 Oktober 2011

MAKALAH PENYAKIT MENULAR SEKSUAL

Disusun Oleh :
IRFA NURZAENI & IRMA WIJAYANTI

BAB II
PEMBAHASAN
A.     Pengertian dan Gejala Umum Penyakit Menular Seksual (PMS)
Penyakit menular seksual adalah penyakit yang menyerang manusia dan binatang melalui transmisi hubungan seksual, seks oral dan seks anal. Atau Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks. Kata penyakit menular seksual semakin banyak digunakan, karena memiliki cakupan pada arti' orang yang mungkin terinfeksi, dan mungkin mengeinfeksi orang lain dengan tanda-tanda kemunculan penyakit. Penyakit menular seksual juga dapat ditularkan melalui jarum suntik dan juga kelahiran dan menyusui. Infeksi penyakit menular seksual telah diketahui selama ratusan tahun dan dapat menyebabkan infeksi alat reproduksi yang harus dianggap serius.
Bila tidak diobati secara tepat, infeksi dapat menjalar dan menyebabkan penderitaan, sakit berkepanjangan, kemandulan dan bahkan kematian. Wanita lebih beresiko untuk terkena PMS lebih besar daripada laki-laki sebab mempunyai alat reproduksi yang lebih rentan. Dan seringkali berakibat lebih parah karena gejala awal tidak segera dikenali, sedangkan penyakit melanjut ke tahap lebih parah.
Gejala-gejala umum PMS pada laki-laki adalah :
o   Bintik-bintik berisi cairan atau lecet  pada daerah sekitar kelamin.
o   Luka tidak sakit, keras dan berwarna merah pada sekitar daerah kelamin.
o   Adanya kutil yang tumbuh seperti jengger ayam.
o   Rasa gatal yang sangat hebat di sekitar kelamin.
o   Sakit luar biasa saat buang air kecil.
o   Kencing nanah/darah dengan bau busuk.
o   Bengkak panas nyeri pada pangkal paha yang akhirnya menjadi luka besar.
o   Kehilangan berat badan secara drastis, diare berkepanjangan, dan berkeringat saat malam.
ï  Sedangkan pada perempuan meliputi :
o   Rasa sakit atau nyeri saat kencing atau saat berhubungan seksual.
o   Rasa nyeri pada perut bagian bawah.
o   Keluarnya lendir pada vagina.
o   Keputihan berwarna putih susu, bergumpal, dan disertai rasa gatal pada alat kelamin.
o   Keputihan berbusa dan berbau busuk.
o   Bercak-bercak darah setelah berhubungan seks.
B.     Macam-Macam Penyakit Menular Seksual (PMS)
Seperti sistem tubuh yang lain, sistem reproduksi pada manusia dapat pula terinfeksi oleh mikroba. Mikroba tersebut dapat menyerang pada saat terjadi kontak antara orang yang satu dengan yang lain selama kontak seksual.
Kelainan atau penyakit pada sistem reproduksi, antara lain:
1.      Gonore (kencing nanah)
Penyakit gonore disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseiria gonokokus dan dapat menular melalui hubungan seksual. Gonore menyerang selaput lendir uretra, leher rahim dan organ lain. Pada laki-laki gejalanya adalah terasa sakit saat buang air, keluar nanah dari penis melalui uretra dan mulut uretra laki-laki biasanya bengkak dan agak merah. Pada penderita wanita, muncul gejala keluar lendir berwarna hijau dari alat kelamin. Namun banyak perempuan yang tidak menunjukkan adanya gejala, sehingga penyakit akan berlanjut sampai terjadi komplikasi. Infeksi yang menyebar hingga ke testis (pada laki-laki) dan oviduk (pada wanita) dapat menyebabkan kemandulan. Infeksi yang menyebar ke persendian menyebabkan radang sendi. Bayi yang lahir dari penderita gonore dapat mengalami kebutaan (konjungtivitis) jika tidak segera mendapatkan pengobatan.


                                
2.      Klamidia (klamidiasis)
Penyakit ini disebabkan oleh Chlamydia trachomatis. Masa tanpa gejala berlangsung 7-21 hari. Gejalanya adalah timbul peradangan pada alat reproduksi laki-laki dan perempuan.
Pada perempuan, gejalanya bisa berupa:
ï  Keluarnya cairan dari alat kelamin atau sering disebut keputihan encer berwarna kuning kecoklatan.
ï  Rasa nyeri di rongga pinggul.
ï  Pendarahan setelah hubungan seksual.
Sedangkan pada laki-laki, gejalanya bisa berupa:
ï  Keluar cairan bening dari saluran kencing.
ï  Rasa nyeri saat kencing.
ï  Infeksi lebih lanjut dapat menyebabkan banyak cairan keluar dan bercampur nanah.
Tidak jarang pula, gejala tidak muncul sama sekali, padahal proses infeksi sedang berlangsung. Oleh karena itu penderita tidak sadar sedang menjadi pembawa PMS dan menularkannya kepada pasangannya melalui hubungan seksual.
Akibat terkena klamidia pada perempuan adalah cacatnya saluran telur dan kemandulan, radang saluran kencing, robeknya saluran ketuban sehingga terjadi kelahiran bayi sebelum waktunya (prematur). Sementara pada laki-laki akibatnya adalah rusaknya saluran air mani dan mengakibatkan kemandulan, serta radang saluran kencing. Pada bayi, 60% - 70% terkena penyakit mata (konjungtivitis) atau saluran pernapasan (pneumonia).
3.      Sifilis (raja singa)
Sifilis atau raja singa adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini menular lewat hubungan seks bebas. Gejala-gejalanya adalah timbul luka pada kemaluan, kelainan saraf, jantung, pembuluh darah, dan kulit. Membahayakan jantung dan otak penderita melalui ibu yang ditularkan ke fetusnya. Penularan dapat terjadi melalui hubungan seksual, transfusi darah dan kehamilan janin melalui ibu yang mengandung. Gejala awalnya timbul bisul pada bagian penis laki-laki atau di rahim perempuan. Bisul ini tidak menyebabkan rasa sakit dan dapat sembuh dengan sendirinya. Gejala selanjutnya muncul lesi di permukaan kulit di seluruh tubuh namun tidak menyebabkan gatal, sariawan di mulut, sakit tenggorokan, demam ringan, dan pembengkakan kelenjar limfa pada lipatan tangan, leher dan paha serta luka pada vagina atau penis. Gejala-gejala ini juga dapat hilang dengan sendirinya. Pada infeksi tingkat lanjut, muncul gejala berupa kerusakan tulang dan sendi, aorta dan dapat menyebabkan kelumpuhan. Namun gejala-gejala ini dapat dihentikan dengan pengobatan.
4.      Herpes Genital
Menimbulkan luka pada vagina atau penis seperti bercak-bercak yang menyerang pada alat kelamin manusia. Melalui proses kelahiran infeksi berasal dari ibu selama kelahiran. Penyakit herpes genitalis disebabkan oleh virus Herpes simpleks. Gejala-gejalanya adalah munculnya bintil-bintil berkelompok pada kemaluan yang hilang dan timbul, tetapi akhirnya menetap seumur hidup.
5.      Trikomoniasis
Keluarnya cairan vagina berwarna putih encer, kuning kehijauan, berbusa dan bau busuk. Bibir kemaluan bengkak, merah, gatal dan nyeri saat kencing. Disebabkan oleh protozoa berflagel yaitu Trikomonas vaginalis. Penyakit ini hanya diderita oleh wanita.
6.      Consdiloma akuminata (jengger ayam)
Penyakit condiloma accuminata disebabkan oleh virus Human papilloma. Pada perempuan, dapat mengenai kulit di daerah kelamin sampai dubur, selaput lendir bagian dalam liang kemaluan sampai leher rahim. Bila perempuan hamil, kutil dapat tumbuh sampai besar sekali. Kutil kelamin kadang-kadang bisa mengakibatkan kanker leher rahim atau kanker kulit di sekitar kelamin. Sedangkan pada laki-laki mengenai alat kelamin dan saluran kencing bagian dalam. Kadang-kadang kutil tidak terlihat sehingga tidak disadari. Biasanya laki-laki baru menyadari setelah ia menulari pasangannya.
7.      Kutu Pubis
Kutu Pubis adalah serangga parasit kutu penggigit. Ukurannya kecil sekali, tapi masih kasat mata. Warnanya kelabu kekuningan dan bentuk badannya kalau dilihat dengan pembesaran tertentu menyerupai kepiting. Kutu pubis biasanya mencengkeram sehelai rambut kemaluan dengan cakarnya dan menancapkan kepalanya ke kulit di mana ia menghisap darah dari pembuluh darah yang kecil. Gejala penyakit ini adalah rasa gatal pada tempat sekitar kemaluan yang menghasilkan bercak keabu-abuan pada celana dalam. Disebabkan kutu yang hidup di sekitar kemaluan, di rambut kemaluan, dan di ketiak.
Kutu pubis dimasukkan dalam kategori Penyakit Menular Seksual (PMS) karena penularannya kerap melalui kontak seksual yang melibatkan area kemaluan. Kutu pubis dapat hidup di luar tubuh selama satu hari kalau sudah kenyang menghisap darah. Kutu-kutu tersebut dapat jatuh ke pakaian dalam, selimut, handuk dan sebagainya. Telur kutu yang ada di pakaian dan selimut dapat bertahan sampai enam hari, sehingga orang dapat saja tertular kutu pubis karena menggunakan pakaian, handuk atau tidur di ranjang orang lain. Penyebabnya kurang menjaga kebersihan daerah kelamin. Pencegahannya menjaga kebersihan organ reproduksi pribadi sedapat mungkin jangan meminjam pakaian (apalagi pakaian dalam) dan handuk orang lain 
8.      Candidiasis (Keputihan)
Candidiasis adalah keputihan yang menyerupai keju disertai rasa gatal, lecet dan iritasi di daerah bibir kemaluan disertai bau yang khas. Disebabkan oleh jamur Candida albhicans bisa hidup di putting payudara dan cairan vagina. Menyebabkan infeksi pada dinding vagina. Penyebabnya adalah kurang menjaga kebersihan diri, terutama kebersihan vagina. Gejalanya Luka pada vagina atau penis seperti bercak-bercak yang menyerang pada alat kelamin manusia infeksi pada dinding vagina langit-langit, lipatan dekat anus.
9.      Kanker Leher Rahim
Kanker leher rahim adalah kanker yang menyerang leher rahim pada perempuan dewasa. Layaknya semua kanker, kanker leher rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim (abnormal). Tetapi, sebelum sel-sel tersebut menjadi sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut. Perubahan sel-sel tersebut biasanya memakan waktu sampai bertahun-tahun sebelum sel-sel tadi berubah menjadi sel-sel kanker. Perubahan awal yang terjadi pada sel leher rahim tidak selalu merupakan suatu tanda-tanda kanker. Perubahan sel-sel kanker, selanjutnya dapat menyebabkan pendarahan di antara masa menstruasi. Pada umumnya, setelah dilakukan pemeriksaan yang teliti, hasilnya tidak selalu positif kanker. Seperti penyakit yang lain, jika perubahan awal dapat dideteksi seawal mungkin, tindakan pengobatan dapat diberikan sedini mungkin. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindari kanker leher rahim adalah:
ï  Melaporkan adanya gejala-gejala yang tidak normal, seperti adanya pendarahan di antara masa menstruasi.
ï  Tidak merokok. Data statistik melaporkan bahwa resiko terserang kanker leher rahim akan menjadi lebih tinggi jika wanita merokok.
10.  Kanker Ovarium
Kanker ovarium adalah kanker yang menyerang ovarium, biasanya menyerang wanita yang sudah menopause. Kanker ovarium sebagian besar berbentuk tumor kistik dan sebagian kecil berbentuk tumor padat. Beberapa faktor resiko yang penting sebagai penyebab kanker ovarium adalah wanita nullipara, yaitu melahirkan anak pertama pada usia di atas 35 tahun. Tidak ada upaya pencegahan khusus yang dapat dilakukan agar terhindar dari penyakit ini. Upaya yang biasa dilakukan adalah untuk mengetahui secara dini penyakit ini sehingga pengobatan yang dilakukan memberikan hasil yang baik dengan komplikasi yang minimal.
11.  Kanker Prostat
Kanker prostat adalah penyakit kanker yang menyerang kelenjar prostat, dimana sel-sel kelenjar prostat tumbuh secara abnormal sehingga mendesak dan merusak jaringan sekitarnya. Prostat adalah kelenjar seks pada pria yang berukuran kecil, terletak di bawah kandung kemih dan mengelilingi saluran kencing. Penyebab kanker prostat belum diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko seseorang untuk terkena kanker prostat, yaitu usia dan riwayat keluarga. Hormon dan diet tinggi lemak juga disebutkan sebagai faktor resiko kanker prostat, walaupun kaitannya belum jelas.
Gejala kanker prostat di antaranya adalah:
a) Sering buang air kecil atau sulit buang air kecil.
b) Urin berdarah.
c) Nyeri pinggul atau punggung

1. Kandung kemih
2. Prostat
3. Saluran kencing
4. Testis
5. Penis
12.  Endometriosis
Endometriosis adalah penyakit pada sistem reproduksi wanita karena jaringan endometrium tumbuh di luar rahim. Dalam keadaan normal, endometrium hanya ditemukan di dalam lapisan rahim. Endometriosis dapat diturunkan dan lebih sering ditemukan pada keturunan pertama (ibu, anak perempuan, saudara perempuan). Resiko terjadinya endometriosis adalah memiliki rahim yang abnormal, melahirkan pertama kali pada usia di atas 30 tahun dan kulit putih (albino). Endometriosis dapat menyebabkan hal-hal berikut:
a) Nyeri di perut bagian bawah dan di daerah panggul.
b) Menstruasi yang tidak teratur.
c) Kemandulan.
Endometriosis dapat diobati dengan beberapa cara, tergantung kepada tingkat penyakitnya. Pilihan pengobatan untuk endometriosis di antaranya adalah:
ï  Obat-obatan yang menekan aktivitas ovarium dan memperlambat pertumbuhan jaringan endometrium.
ï  Pembedahan untuk membuang sebanyak mungkin endometriosis.
ï  Kombinasi obat-obatan dan pembedahan.
ï  Histerektomi, seringkali disertai dengan pengangkatan tuba fallopi dan ovarium.
13.  Hamil Anggur (Mola Hidatidosa)
Hamil anggur merupakan suatu kehamilan yang tidak berisi janin, tetapi gelembung-gelembung mola dan bekuan darah. Hamil anggur terjadi akibat kegagalan pembentukan bakal janin, sehingga terbentuk jaringan permukaan membran mirip gerombolan buah anggur. Menurut para ahli, penyebab pasti hamil anggur belum diketahui, tetapi diduga penyebabnya  antara lain kekurangan gizi dan gangguan peredaran darah rahim.
14.  Infertilitas
Infertilitas adalah ketidaksuburan yang dapat terjadi pada pria maupun wanita. Pada wanita, ketidaksuburan disebabkan oleh tersumbatnya tuba fallopi, menstruasi tidak teratur, kelainan pada lendir leher rahim, dan obesitas. Sedangkan pada pria karena adanya penyakit seperti impotensi, ejakulasi dini dan rusaknya testis.
Di bawah ini terdapat beberapa cara untuk mencegah timbulnya penyakit
kelamin, antara lain:
1. Tidak melakukan kontak seksual dengan penderita penyakit kelamin.
2. Menggunakan kondom selama melakukan kontak seksual.
3. Hanya melakukan kontak seksual dengan pasangan (suami/istri) yang sah.
15.  HIV AIDS
ï  Selayang Pandang Tentang AIDS
Tubuh mempunyai daya tahan alami yang membantu kita melawan penyakit. Salah satunya adalah sistem kekebalan. Tahun 1980-an mulai menyebar penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) yaitu suatu penyakit yang disebabkan oleh virus ARN (Asam Ribonukleat) yang disebut HIV (Human Immunodeficiency Virus). AIDS menyebabkan sistem kekebalan terus menurun atau tidak berfungsi dengan baik, sehingga dapat mengakibatkan kematian. AIDS memiliki gejala-gejala penyakit yang disebabkan oleh infeksi berbagai macam kuman, sebagai akibat rusaknya kekebalan tubuh. Rusaknya kekebalan tubuh disebabkan HIV menyerang sel darah putih tertentu yang biasanya melindungi tubuh dari infeksi dan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Infeksi HIV awalnya tidak menampakkan gejala sakit. Pada tahap berikutnya muncul gejala flu berulang seperti lesu, demam, berkeringat di malam hari, dan otot sakit. Seorang pengidap HIV tidak dapat melindungi dirinya sendiri dari segala jenis virus atau bakteri yang menyebabkan infeksi. Oleh karena itu pengidap HIV sering menderita pneumonia, TBC dan kanker tertentu. Penyakit-penyakit ini disebut penyakit indikator yaitu penyakit berat yang menyertai penyakit AIDS.
ï  Penularan AIDS
Penularan HIV terjadi melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi HIV. Penularan melalui anus atau dubur juga dapat terjadi, karena pembuluh darah di dalam anus telah mengandung HIV dan pecah. Transfusi darah yang mengandung HIV terbukti dapat menularkan HIV. Penggunaan jarum suntik, tindik, tato atau alat lain yang dapat menimbulkan luka dan telah tercemar HIV juga telah terbukti dapat menularkan HIV. Ibu hamil juga dapat menularkan HIV kepada janin yang dikandungnya. Jadi penularan HIV/AIDS terjadi melalui 4 cairan, yaitu darah, cairan sperma, cairan vagina; dan ASI (Air Susu Ibu). Jika salah satu dari cairan tersebut sudah mengandung HIV dan masuk ke dalam tubuh kita, maka kita sudah dapat tertular.
ï  Pencegahan AIDS
Di dalam lingkungan keluarga sampaikan informasi tentang bahaya HIV/AIDS kepada anggota keluarga yang lain, teman dan tetangga.
AIDS memang bisa dicegah dan langkah-langkah yang dapat diambil antara lain sebagai berikut:
  • Menghindari hubungan seks dengan penderita AIDS atau tersangka AIDS.
  • Menghindari hubungan seks dengan banyak partner atau yang mempunyai banyak partner.
  • Menghindari hubungan seks dengan orang yang menyalahgunakan obat, khususnya narkotika.
  • Mencegah orang yang termasuk resiko tinggi (homoseks, WTS, pecandu narkotik, dan sebagainya) untuk menjadi donor darah.

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang menyerang kekebalan tubuh. Penularannya dapat terjadi melalui hubungan seksual, transfusi darah penderita AIDS, jarum suntik yang tercemar, dan ibu hamil kepada anaknya. Tubuh yang terserang virus HIV kekebalannya rusak, sehingga mudah terinfeksi oleh berbagai jenis penyakit yang dapat menimbulkan kematian.

BAB III
KESIMPULAN
v  Penyakit menular seksual adalah penyakit yang menyerang manusia dan binatang melalui transmisi hubungan seksual, seks oral dan seks anal. Atau Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks.
Gejala-gejala umum PMS adalah :
o   Rasa gatal yang sangat hebat di sekitar kelamin.
o   Sakit luar biasa saat buang air kecil.
o   Kencing nanah/darah dengan bau busuk.
o   Rasa sakit atau nyeri saat kencing atau saat berhubungan seksual.
o   Rasa nyeri pada perut bagian bawah.
o   Keluarnya lendir pada vagina.
v  Kelainan atau penyakit pada sistem reproduksi, antara lain:
  • penyakit gonore disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseiria gonokokus dan dapat menular melalui hubungan seksual. Gonore menyerang selaput lendir uretra, leher rahim dan organ lain. Pada laki-laki gejalanya adalah terasa sakit saat buang air, keluar nanah dari penis melalui uretra dan mulut uretra laki-laki biasanya bengkak dan agak merah. Pada penderita wanita, muncul gejala keluar lendir berwarna hijau dari alat kelamin.
  • Klamidia (klamidiasis) disebabkan oleh Chlamydia trachomatis. Masa tanpa gejala ber-langsung 7-21 hari. Gejalanya adalah timbul peradangan pada alat reproduksi laki-laki dan perempuan.
  • Sifilis atau raja singa adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Gejala-gejalanya adalah timbul luka pada kemaluan, kelainan saraf, jantung, pembuluh darah, dan kulit. Membahayakan jantung dan otak penderita melalui ibu yang ditularkan ke fetusnya.
  • Herpes genitalis menimbulkan luka pada vagina atau penis seperti bercak-bercak yang menyerang pada alat kelamin manusia. Penyakit herpes genitalis disebabkan oleh virus Herpes simpleks. Gejala-gejalanya adalah munculnya bintil-bintil berkelompok pada kemaluan yang hilang dan timbul, tetapi akhirnya menetap seumur hidup.
  • Trikomoniasis adalah keluarnya cairan vagina berwarna putih encer, kuning kehijauan, berbusa dan bau busuk. Bibir kemaluan bengkak, merah, dan gatal. Disebabkan oleh protozoa berflagel yaitu Trikomonas vaginalis.
  • Condiloma accuminata disebabkan oleh virus Human papilloma. Gejalanya adalah timbulnya kutil yang dapat membesar di mulut rahim.
  • Kutu Pubis adalah serangga parasit kutu penggigit.  Kutu pubis biasanya mencengkeram sehelai rambut kemaluan dengan cakarnya dan menancapkan kepalanya ke kulit di mana ia menghisap darah Gejala penyakit ini adalah rasa gatal pada tempat sekitar kemaluan yang menghasilkan bercak keabu-abuan pada celana dalam.
  • Candidiasis adalah keputihan yang menyerupai keju disertai rasa gatal, lecet, dan iritasi di daerah bibir kemaluan disertai bau yang khas. Disebabkan oleh jamur Candida albhicans.
  • Kanker leher rahim adalah kanker yang menyerang leher rahim pada perempuan dewasa.
  • Kanker ovarium adalah kanker yang menyerang ovarium, biasanya menyerang wanita yang sudah menopause.
  • Kanker prostat adalah penyakit kanker yang menyerang kelenjar prostat, dimana sel-sel kelenjar prostat tumbuh secara abnormal sehingga mendesak dan merusak jaringan sekitarnya.
  • Endometriosis adalah penyakit pada sistem reproduksi wanita karena jaringan endometrium tumbuh di luar rahim.
  • Hamil anggur merupakan suatu kehamilan yang tidak berisi janin, tetapi gelembung-gelembung mola dan bekuan darah. Hamil anggur terjadi akibat kegagalan pembentukan bakal janin, sehingga terbentuk jaringan permukaan membran mirip gerombolan buah anggur.
  • Infertilitas adalah ketidaksuburan yang dapat terjadi pada pria maupun wanita. Pada wanita, ketidaksuburan disebabkan oleh tersumbatnya tuba fallopi, menstruasi tidak teratur, kelainan pada lendir leher rahim, dan obesitas. Sedangkan, pada pria karena adanya penyakit seperti impotensi, ejakulasi dini dan rusaknya testis.
  • Penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) yaitu suatu penyakit yang disebabkan oleh virus ARN (Asam Ribonukleat) yang disebut HIV (Human Immunodeficiency Virus). AIDS menyebabkan sistem kekebalan terus menurun atau tidak berfungsi dengan baik, sehingga dapat mengakibatkan kematian. AIDS memiliki gejala-gejala penyakit yang disebabkan oleh infeksi berbagai macam kuman, sebagai akibat rusaknya kekebalan tubuh.

DAFTAR PUSTAKA
Fauziah, Nenden dkk. 2009. Ilmu Pengetahuan Alam 3. Jakarta: Pusat Perbukuan DEPDIKNAS.
Irianto, Sugeng Yuli dkk. Ilmu Pengetahuan Alam 3 : SMP dan MTs Kelas IX. Jakarta: Pusat Perbukuan DEPDIKNAS.
Karim, Saeful dkk. Belajar IPA 3 : Membuka Cakrawala Alam Sekitar Untuk Kelas IX. 2009. Jakarta: Pusat Perbukuan DEPDIKNAS.
Puspita, Diana dkk. 2009. Alam sekita IPA Terpadu IX. Jakarta: Pusat Perbukuan DEPDIKNAS.
Sudibyo, Elok dkk. 2008. Mari belajar IPA 3. Jakarta: Pusat Perbukuan DEPDIKNAS.
Widodo, Tri dkk. 2009. IPA Terpadu IX. Jakarta: Pusat Perbukuan DEPDIKNAS.
http://hidayat2.wordpress.com/tag/penyakit-kelamin/
http://id.wikipedia.org/wiki/Penyakit_menular_seksual
http://iknowialreadywon-kiapicanto.blogspot.com/2010/11/penyakit-kelainan-seksual.html
http://pisangkipas.wordpress.com/2009/05/04/chlamydia-klamidia/
http://www.scribd.com/doc/7978226/Penyakit-Menular-Seksual

0 komentar:

Poskan Komentar